Loading...

Batik Wonogiren

Sekitar tahun 1910-an, seorang abdi dalem Pura Mangkunegaran yaitu Kanjeng Wonogiren menciptakan Batik Wonogiren dengan ciri khas unik yaitu remukan. Meskipun sebenarnya remukan ini tercipta dengan tidak sengaja saat proses membatik, tetapi para konsumen mengira remukan tersebut merupakan ciri khas unik dari batik Wonogiren sehingga konsumen pun menyukai batik Wonogiren dengan ciri khas remukannya.

Melalui keputusan Bupati Wonogiri, Batik Wonogiren telah dibakukan cirinya melalui empat hal, yaitu dasaran jene (kuning kecoklatan), babaran (guratan) pecah, corak bledak, dan sekaran (lukisan bunga). Namun dalam perkembangannya, Batik Wonogiren tidak lagi berfokus hanya pada empat motif batik tersebut. Para pengrajin batik sudah mulai mengembangkan berbagai motif batik lainnya seperti motif Truntum, Sidomukti, Sidoasih, dan Parang Barong.

Kita dapat menemukan Batik Wonogiren ini di Desa Tirtomoyo, Wonogiri yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan menggunakan mobil dari Solo, Jawa Tengah.