Loading...

Batik Tegalan

Budaya batik di Tegal diawali oleh Raja Amangkurat I (Sunan Amangkurat Mas) dari Keraton Kasunanan Surakarta yang saat itu menyusuri pantai utara dengan pengikutnya yang di antaranya adalah pengrajin batik. Pengrajin ini akhirnya menurunkan ilmunya pada anak cucunya dan menyebar luas ke masyarakat. Batik yang dibuat motifnya masih meniru motif khas keraton yaitu didominasi warna hijau dan kecokelatan.

Pada tahun 1908, batik juga diperkenalkan oleh RA Kardinah, istri Bupati Tegal RM Adipati Ario Reksonegoro, dan juga saudara kandung RA Kartini. RA Kardinah mendirikan sekolah putri untuk gadis pribumi “Wisma Pranawa”, atau biasa disebut “Sekolah Kepandaian Putri”. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan adalah cara membatik.

Ciri khas Batik Tegalan didominasi warna cokelat dan biru. Ciri khas lainnya adalah berwarna-warni. Motifnya banyak mengadopsi dari aneka flora dan fauna di sekitar kehidupan masyarakat kota Tegal. Contoh motif Batik Tegalan adalah motif gedong kosong, manuk emprit, kipas-kipasan, dll.

Produksi batik Tegalan saat ini sedang berada pada taraf yang mengkhawatirkan. Pengrajin Batik Tegalan sudah semakin langka, sulit untuk melakukan regenerasi. Ancaman kepunahan motif batik Tegalan juga dipengaruhi oleh pengrajin batik yang sering lupa mendokumentasikan karya buatannya.