Loading...

Salem Brebes (Brebesan)

Batik Salem Brebes atau lebih dikenal dengan sebutan Batik Salem atau Batik Brebesan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Alkisah keberadaan batik Salem berawal dari kedatangan seorang Putri pejabat Pekalongan yang datang ke kawasan Salem, ujung barat Brebes. Sang putri jatuh cinta kepada seorang Pemuda, kemudian mereka menikah dan menetap di Desa Bentar, Salem. Kehadiran sang Putri memberi warna baru dengan munculnya batik di Desa Bentar, yang kemudian menyebar sampai ke desa tetangga, Desa Bentarsari dan Desa Ciputih.

Saat ini ada sekitar 200 pengrajin batik di daaerah Salem. Pengrajin batik Salem saat ini masih memproduksi batik dalam skala rumah tangga. Para ibu-ibu pengrajin batik ini hanya membuat batik untuk mengisi waktu luang seusai melakukan tugas di sawah atau rumah. Saat ini pengerjaan Batik Brebes masih dalam skala industri rumahan.

Ciri khas batik Salem Brebes banyak dipengaruhi oleh batik Pekalongan dari pola batik buketannya, batik Tegalan dan batik Banyumasan dari segi pewarnaan soga. Batik Salem juga memperoleh pengaruh dari batik Yogyakarta dan batik Surakarta dari segi pewarnaan, pilihan motif, dan bentuk pola. Motif utama batik Salem Brebes adalah motif Kopi Pecah dan Gringsing (simbol keseimbangan hidup, dan juga simbol kemakmuran).

Tim Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara dari Badan Ekonomi Kreatif (IKKON BEKRAF) melakukan eksplorasi lebih lanjut akan potensi lokal yang terdapat di daerah Salem selama hampir 4 bulan di tahun 2016. Mereka menciptakan motif baru yang dinilai cocok dengan karakter masyarakat Salem. Salah satu karya mereka adalah desain baru batik Salam Salem yang ide dasarnya berasal dari kearifan lokal, bebek, telur asin dan bawang merah, komoditas utama daerah Brebes.