Loading...

Batik Gumelem

Alkisah munculnya Batik Gumelem diawali sejak berdirinya tanah perdikan Gumelem di bawah pengaruh Kasunanan Surakarta pada sekitar tahun 1830. Tanah perdikan adalah tanah yang memperoleh hak-hak istimewa, seperti tidak terkena kewajiban untuk membayar pajak.

Versi lain, Batik Gumelem memiliki kaitan dengan sejarah Batik Banyumasan. Seiring dengan munculnya Batik Banyumasan, maka pengikut Pangeran Diponegoro juga mengembangkan seni kerajinan batik di Desa Gumelem ini.

Terletak di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Gumelem berjarak sekitar 40 KM ke arah barat daya dari ibukota Kabupaten Banjarnegara. Di sini terdapat puluhan industri rumahan yang tergabung dalam komunitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Saat ini jumlah pengrajin Batik Gumelem mencapai lebih dari 55 orang yang tersebar di Desa Gumelem Wetan, Gumelem Kulon dan Desa Panerusan Wetan.

Batik Gumelem mempunyai ciri khas asli batik tulis yang masih berdasarkan pakem dan cenderung berwarna sogan (coklat). Hingga saat ini Batik Gumelem tidak meninggalkan corak batik klasik seperti Sido Mukti dan Sidoluhur yang khas dengan Keraton Surakarta.